BeritaTerkini - Ritual yang biasa di adakan di tanah Toraja tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan dalam prosesi pemakaman yang cukup unik ini dan mungkin sedikit menyeramkan bagi yang belum mengetahuinya karena mayat yang telah mati di semayamkan bertahun - tahun di sebuah di sebuah tebing tinggu dan kuburan berbatu jasadnya bangkit kembali, dan mayat tersebut kemuduan berjalan mencari rumahnya setiba di rumahnya mayat tersebut akan tertidur kembali. Cerita mayat berjalan di tanah Toraja ini sudah tidak asing lagi dan sudah di kenal masyarakat Toraja sejak jaman leluhur, hingga kini ritual tersebut masih ada dan bisa melihat secara langsung.

Pergunungan balla, kecamatan baruppu di tanah Toraja Sulawesi selatan di tengah - tengah balai - balai rumah warga mengelar sebuah ritual mereka menyebutnya Manene, sebuah ritual untuk mengenang leluhur, bagi ada bagian keluarganya yang sudah meninggal akan di buat acara 3th sekali untuk menyambut acara tersebut , Dari sinilah misteri budaya Tana Toraja terkuak.
Salah satu wanita yang di dapatkan denagn ciri - ciri seluruh kulitnya kusut dan berwarna putih kecoklat - coklatan, nampaknya dulu wanita tua ini penah mengalami kebakaran sehingga kulitnya menjadi bercak kecoklat - coklatan. Anehnya wanita itu bisa berdiri tegak sendiri mesti di kelilingin banyak orang wanita itu tetap tak terlihat bereaksi layaknya hanya seperti patung setelah di dekati ternyata dia adalah sosok mayat.

Mayat yang berbaju biru tersebut adalah seorang ibu sekaligus nenek yang telah meninggal selama bertahun - tahun, Tetapi anehnya mayatnya tersebut masih utuh, Mayat utuh tersebut pertama ditemukan di sebuah Gua dewa Silanang. Saat ditemukan mayat tersebut tidak berbau busuk pun sampai sekarang uniknya mayat utuh itu tidak di balsem maupun diberi ramuan, alias alami.

Kisah ma'nene ini berasal dari seorang pemburu binatang yang bernama 'Pong Rumasek', Sudah puluhan tahun yang lampau dirinya berburu dan masuk ke kawasan hutan pegunungan Balla, sedang tengah berburu saat itu Pong Rumasek dari Toraja menemukan jasad seorang mayat yang tergeletak di tengah jalan dalam hutan rimba dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Dari kejadian itu setiap kali Pong mrngincar binatang incaran buruan, ia selalu memberi kemudahan, termaksud mencari makan, Kejadian aneh tersebut terulang kembali ketika Pong pulang ke rumah, Tanaman pertanian yang ditinggalkan tiba- tiba panen dengan waktu yang cepat bahkan mendapatkan penghasillan yang lebih. Sejak itu
Ritual tersebut di lakukan setiap setiap tahunnya, dan ini sudah menjadi salah satu warisan dari leluhur dulu di pertahankan sampai saat ini kesetiaan mereka terhadap amanah leluhur melekat di masyarakat tanah Toraja.
0 Response to "Misteri Tentang Perayaan Ma'nene Di Tanah Toraja Karo!!!"
Posting Komentar